<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040</id><updated>2011-07-30T19:53:33.618-07:00</updated><category term='bawah sadar'/><category term='mind'/><category term='pikiran'/><category term='Law of attraction'/><title type='text'>Seputar Program Pelatihan</title><subtitle type='html'>catatan ringan seputar program pelatihan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-6235581039569781055</id><published>2009-08-26T02:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T19:48:00.807-07:00</updated><title type='text'>Pikiran Yang Ber-Zat</title><content type='html'>Ada banyak fenomena menarik dalam kehidupan nyata ini. Tetapi, seringkali fenomena itu tidak mendapat memperhatikan, sehingga hal itu berlangsung begitu saja, dan tanpa pemikiran apapun. Padahal, fenomena keseharian dapat menjadi pelajaran yang berharga dan layak untuk diperhatikan, dikaji dan sekaligus ditarik sebuah simpulan-simpulan tertentu, yang pada akhirnya dapat bernilai adanya. Bahkan, jika memahami fenomena keseharian secara lebih mendalam, maka banyak nilai berhargayang dimanfaatkan, didayagunakan untuk kepentingan diri seseorang kemudian hari.&lt;br /&gt;Ada suatu hari, seseorang (baca: A) sedang memikirkan teman lama, dan ia mengingatnya, dan ingin bertemu sekaligus bertanya-tanya di dalam benaknya. Di benaknya terbersit selintas pikiran tanya “bagaimana kabarnya sekarang ya?”.  Ia berpikir tentang hal itu, dan kemudian pikiran itu berlalu begitu saja. Tetapi, tidak lama kemudian, orang yang dipikirkan A tadi mengirim menghubungi lewat telp… A pun menjadi gembira. Setelah komunikasi yan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpXzlD7W17I/AAAAAAAAAH8/PgN7_G-yzZM/s1600-h/cover-sukses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 173px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpXzlD7W17I/AAAAAAAAAH8/PgN7_G-yzZM/s200/cover-sukses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374469548371531698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g panjang lebar, dan telp ditutup, A berjalan sambil tersenyum gembira, sekaligus berkata “baru aja gue pikirin”.&lt;br /&gt;Barangkali  hal semacam ini sering dialami oleh banyak orang. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah;  fenomena apakah itu? bagaimana hal itu terjadi? apakah itu sebuah kebetulan? bagaimana penjelasan tentang hal itu?&lt;br /&gt;Ada banyak kasus-kasus serupa berkenaan dengan hal itu... Tentu hal semacam itu perlu dijelaskan dari sudut pandang yang lebih rasional. Dalam ulasan tentang “pikiran yang melengkung” telah dijelaskan betapa pikiran itu telah tersebar pada pipa-pipa yang melengkung di level atomik.&lt;br /&gt;Tetapi, di level kajian yang lebih mendalam tentang bagaimana alur pemikiran fisika Newtonian yang sangat antusias memberikan sumbangan penting dalam berlogika melalui pembagian atau pemecahan benda-benda hingga level atom, telah memberikan angin segar untuk menjalaskan fenomena di atas. Pasalnya, diketemukan atom karena logika pemecahan itu. Nah, dilevel atom saja semua dalam kondisi terhubung. Apalgi di level yang lebih mini lagi, tentu akan semakin dekat hubungannya.&lt;br /&gt;Tentu saja pikiran merupakan sebuah zat abstrak yang mengambil bagian penting dalam integrasi semesta ini.&lt;br /&gt;Kami tidak bisa menjelaskan di sisi ini tentang bagaimana pikiran turut ambil bagian dalam integrasi ini, karena memerlukan kajian yang sangat panjang. Tetapi, untuk menyederhanakannya, perlu ditekankan bahwa ada integasi yang sangat signifikan antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Maka, tidak mengherankan, jika kemudian antara A dan sanak saudaranya menjadi terhubung juga.  Integrasi tidak hanya berlaku antar orang saja, melainkan juga melampau hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang paling berharga dari semua itu adalah:&lt;br /&gt;“…DAN, JANGAN BERBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI INI”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpXzYtduLvI/AAAAAAAAAH0/h0JVc93W8Dw/s1600-h/ebook-tobalake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 173px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpXzYtduLvI/AAAAAAAAAH0/h0JVc93W8Dw/s200/ebook-tobalake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374469336183222002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-6235581039569781055?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/6235581039569781055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/6235581039569781055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/08/pikiran-yang-ber-zat.html' title='Pikiran Yang Ber-Zat'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpXzlD7W17I/AAAAAAAAAH8/PgN7_G-yzZM/s72-c/cover-sukses.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-8665587609486658759</id><published>2009-08-21T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T08:21:57.563-07:00</updated><title type='text'>Pikiran Yang Melengkung</title><content type='html'>Penjelasan demi penjelasan menuntut eksplisitas penjelasan tentang keberadaan pikiran dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Barangkali kajian multidisipliner akan menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya, manusia terintegrasi dengan semesta. Tidak ada jarak apapun antara manusia dengan semesta. Apa yang menghubungkan atau yang mengintegrasikannya?  Ini sangat sederhana dan sekaligus rumit, yaitu “ENERGI IKAT”. Untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sm15Q_0XFKI/AAAAAAAAAHM/OOrwKGAsAUo/s1600-h/pikiran-melengkung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sm15Q_0XFKI/AAAAAAAAAHM/OOrwKGAsAUo/s200/pikiran-melengkung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363076064184046754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;melihat energy ini dapatlah menggunakan SEM Atomik. Ada jarak antara inti materi satu dengan inti materi lain, yaitu berkisar 3-10 Angstrong. Semestara itu, 1 cm = 10.000.000.000 Angstrong. Sudah bisa di bayangkan betapa kecilnya jarak itu kalau hanya berjarak 3-10 Angstrong antar inti materi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tubuh di lihat di level itu, maka tubuh hanya gumpalan inti materi atomic satu yang terikat dengan inti materi lain. Di tempat itu banyak sekali lengkungan-lungkungan yang rumit. Ini seperti jaringan pipa air yang melengkung-lengkung kemana-mana. Pada saat seseorang berpikir sesuatu, ibarat ia menyalurkan air di jaringan pipa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpKuiXKk4eI/AAAAAAAAAHk/r3oX18mbYck/s1600-h/cover-sukses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 243px; height: 399px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpKuiXKk4eI/AAAAAAAAAHk/r3oX18mbYck/s200/cover-sukses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373549210763583970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tourisindo.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 243px; height: 335px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SpKvOgOCDDI/AAAAAAAAAHs/xVHoNEKYuHs/s200/ebook-tobalake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373549969108241458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-8665587609486658759?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8665587609486658759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8665587609486658759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/08/pikiran-yang-melengkung.html' title='Pikiran Yang Melengkung'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sm15Q_0XFKI/AAAAAAAAAHM/OOrwKGAsAUo/s72-c/pikiran-melengkung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-2005801387427389047</id><published>2009-08-06T09:16:00.001-07:00</published><updated>2009-08-06T09:16:54.050-07:00</updated><title type='text'>Optimism</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Optimism is a positive emotion that has thrust to achieve something. Optimism is required in almost every context, whether that achievement, career, creativity, and so forth. Always optimistic dibarengi akan confidence by achieving something. Meanwhile, confidence is only as long as he is able to form menyesuaiakan for themselves with the logic used to merasionalisasi an outcome that would be translated. Basically in this context is to create a sense to be optimistic based on the ratio that something could be done or can be reached by someone conscious intellect. Optimistic in the state, does not have a negative mind thoughts clog an achievement. Thoughts that accompany the optimistic state of mind is kebranian, manifestation, creation, capacity building, feasibility, and other positive thoughts.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;State fear, kawatir, and others, can not disandingkan optimistic that with the state. section, both for behind each other, so that it becomes far separate from one another. Fear is the parent's negative state, which is always haunt for the embodiment of a certain outcome. This means a bit of fear does not help produce any manifestation. The biggest obstacle for someone to pitch kangkung in the beauty of living life with a real fear of the mind mind. Thought that fear would result in a fear state.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Not surprisingly, when feelings of fear dominates in someone, it will produce a strong enough pessimism. The reasons for irrational pessimism often accompany this state. Basically, the inverse proportionate with the optimistic and pessimistic pessimistic situation is far from always the embodiment of the effort. Psimis always refer to the absence of a business, movement, steps to perwujudannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Once again need to be optimistic that only refers to the mind-thought best, to work for the best, and expect the best things, and continue to focus on the best. This is Optimism.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-2005801387427389047?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/2005801387427389047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/2005801387427389047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/08/optimism.html' title='Optimism'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-1823998786303322869</id><published>2009-07-27T02:53:00.001-07:00</published><updated>2009-07-27T02:54:50.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Law of attraction'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bawah sadar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pikiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mind'/><title type='text'>Pikiran Yang Melengkung</title><content type='html'>Penjelasan demi penjelasan menuntut eksplisitas penjelasan tentang keberadaan pikiran dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Barangkali kajian multidisipliner akan menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya, manusia terintegrasi dengan semesta. Tidak ada jarak apapun antara manusia dengan semesta. Apa yang menghubungkan atau yang mengintegrasikannya?  Ini sangat sederhana dan sekaligus rumit, yaitu “ENERGI IKAT”. Untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sm15Q_0XFKI/AAAAAAAAAHM/OOrwKGAsAUo/s1600-h/pikiran-melengkung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sm15Q_0XFKI/AAAAAAAAAHM/OOrwKGAsAUo/s200/pikiran-melengkung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363076064184046754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;melihat energy ini dapatlah menggunakan SEM Atomik. Ada jarak antara inti materi satu dengan inti materi lain, yaitu berkisar 3-10 Angstrong. Semestara itu, 1 cm = 10.000.000.000 Angstrong. Sudah bisa di bayangkan betapa kecilnya jarak itu kalau hanya berjarak 3-10 Angstrong antar inti materi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tubuh di lihat di level itu, maka tubuh hanya gumpalan inti materi atomic satu yang terikat dengan inti materi lain. Di tempat itu banyak sekali lengkungan-lungkungan yang rumit. Ini seperti jaringan pipa air yang melengkung-lengkung kemana-mana. Pada saat seseorang berpikir sesuatu, ibarat ia menyalurkan air di jaringan pipa itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-1823998786303322869?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/1823998786303322869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/1823998786303322869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/07/pikiran-yang-melengkung.html' title='Pikiran Yang Melengkung'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sm15Q_0XFKI/AAAAAAAAAHM/OOrwKGAsAUo/s72-c/pikiran-melengkung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-751838017313702664</id><published>2009-07-14T22:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T22:21:17.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Law of attraction'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bawah sadar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pikiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mind'/><title type='text'>Pikiran Yang Bersolar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sl1m7D2M97I/AAAAAAAAAHE/U5ODmJX999M/s1600-h/solar-plexus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 153px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sl1m7D2M97I/AAAAAAAAAHE/U5ODmJX999M/s200/solar-plexus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358552296471721906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pikiran harus mengambil bentuk nyata. Ini sangat erat hubungannya dengan PIKIRAN YANG BERTUBUH, dan semuanya itu haruslah melalui proses tertentu. Proses itu kami sebut dengan pikiran yang ber-solar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki sumber energy di dalam tubuh, dan energy itu stoknya sangat besar yang dipergunakan manusia untuk melakukan berbagai aktifitas keseharian dan lain sebagainya. Term “Solar” dimaksud adalah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat seseorang berpikir satu hal, maka ia melakukan sebuah tindakan sebagaimana dipikirkan dengan proses pendistribusian energy penggerak tubuh. Pusat ini disebut dengan “Solar Plexus”. Banyak penafsiran yang sebegitu banyak tentang fungsi solar plexus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak dapat menjelaskan lebih banyak fungsi solar plexus ini di blog ini. Ruang ini sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, pelajaran yang berharga dari hal ini adalah arahkan pikiran pada semua hal-hal baik. Mengapa ini penting? Pada saat pikiran seseorang diset untuk memikirkan hal-hal baik, maka, sebenarnya menyalurkan energy yang ada di dalam dirinya (tepatnya menggunakan solar plexusnya) ke arah semua hal baik. Ini sangat ditekankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur adalah langkah yang dapat dipergunakan untuk mengarahkan pikiran kepada semua hal baik. Pada saat seseorang bersyukur kepada TUHAN YANG MAHA PENCIPTA, maka ia akan otomatis mengarahkan pikiran kepada semua hal yang baik. Pada waktu itu, pikiran akan terkoneksi dengan solar energy ini, dan disebarkan ke seluruh tubuh dalam rel yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-751838017313702664?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/751838017313702664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/751838017313702664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/07/pikiran-yang-bersolar.html' title='Pikiran Yang Bersolar'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/Sl1m7D2M97I/AAAAAAAAAHE/U5ODmJX999M/s72-c/solar-plexus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-2202341874400072125</id><published>2009-07-08T01:42:00.001-07:00</published><updated>2009-07-08T01:45:06.952-07:00</updated><title type='text'>Pikiran yang Bertubuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya pikiran mempunyai peran penting dalam kehidupan ini. Seseorang tidak akan berkembang maju tanpa berpikir terlebih dahulu tentang kemajuan hidupnya. Sebuah rencana, strategi bisnis, karya seni, desain grafis, semuanya itu berawal dari pikiran. Pada konteks ini keberadaan pikiran menjadi penting. Pada saat seseorang berpikir tidak sekaligus mendapatkan perwujudan nyata.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SlRcQGOqS_I/AAAAAAAAAGQ/FS76iMzoIPk/s1600-h/pikiran-yang-bertubuh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 144px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SlRcQGOqS_I/AAAAAAAAAGQ/FS76iMzoIPk/s200/pikiran-yang-bertubuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356007288470129650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang hanya berpikir dan terus berpikir tentang apa yang ia inginkan. Tidak jarang seseorang diajarkan untuk selalu focus pada yang ia inginkan. Ini adalah konsep yang positif. Dalam training yang kami selenggarakan, kami menyebutnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;positive focus&lt;/span&gt;. Persoalannya, selanjutnya adalah positive focus ini tidak cukup hanya di pikiran yang letaknya di kepala saja, tetapi, haruslah melampaui itu yaitu “pikiran yang bertubuh”  haruslah focus pada apa yang anda inginkan. Contoh dari “pikiran yang bertubuh” ini sangat sederhana. Pernahkah anda merasa sangat haus diperjalanan pulang, dan setelah sampai dirumah anda memprioritaskan minum segelas air ketimbang lainnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan masih banyak contoh dimana pikiran tubuh selalu aktif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-2202341874400072125?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/2202341874400072125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/2202341874400072125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/07/pikiran-yang-bertubuh.html' title='Pikiran yang Bertubuh'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SlRcQGOqS_I/AAAAAAAAAGQ/FS76iMzoIPk/s72-c/pikiran-yang-bertubuh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-5231038118653199166</id><published>2009-07-05T00:05:00.001-07:00</published><updated>2009-07-05T00:06:45.506-07:00</updated><title type='text'>Jangan...Jangan Sedikitpun….</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SlBQ8qPnjPI/AAAAAAAAAGA/D5BkKZZG-3c/s1600-h/peace.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 142px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SlBQ8qPnjPI/AAAAAAAAAGA/D5BkKZZG-3c/s200/peace.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354868960005688562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada banyak hal yang harus diceritakan tentang keberadaan pikiran sebagai sebuah alat yang dimiliki manusia. Betapa pentingnya peran pikiran dalam kehidupan ini, mamaksa setiap individu menggunakan dengan baik, tepat, konsisten. Hal ini terlepas dari kesadaran orang bersangkutan mengetahui atau tidak mengetahui arti penting, fungsi, keberadaan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada hubungan yang sangat erat antara pikiran dan kehidupan seseorang. Barangkali untuk membuka pembicaraan ini, satu premis yang bisa diangkat adalah “melalui pikiran, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan penuh keindahan, kegembiraan dan menjadi lebih damai, tenang, damai, dan hidup terasa lebih bermakna serta layak disyukuri”.&lt;br /&gt;Pada konteks ini, setiap orang haruslah menjaga pikirannya dan terus menerus menjaga pikirannya agar berada di rute yang sama dengan semua hal yang positif. Ini sangat sederhana… Seorang tidak akan mungkin bergembira dengan berpikir kesedihan…. Untuk itu, jangan sedikitpun pikiran dilintasi oleh materi-materi kesedihan atau sebangsanya. Jangan sedikitpun….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-5231038118653199166?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/5231038118653199166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/5231038118653199166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/07/janganjangan-sedikitpun.html' title='Jangan...Jangan Sedikitpun….'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SlBQ8qPnjPI/AAAAAAAAAGA/D5BkKZZG-3c/s72-c/peace.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-6113344386732770576</id><published>2009-06-25T00:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T00:08:24.347-07:00</updated><title type='text'>Pikiran Tak Berujung</title><content type='html'>Pikiran memiliki daya penggerak dengan mana tubuh menjadi instrument perwujudannya. Tubuh bergerak dan terus bergerak menurut apa yang dipikirkannya. Soal yang perlu dibahas selanjutnya adalah, bagaimana sesorang yang berpikir menjadi lebih baik, lebih makmur,&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SkMiCe-NkPI/AAAAAAAAAF4/Qu07yt91qw0/s1600-h/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 160px; height: 105px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SkMiCe-NkPI/AAAAAAAAAF4/Qu07yt91qw0/s200/New+Picture+%282%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351158208315363570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dan lebih berkelimpahan, tidak kunjung melakukan sebuah tindakan perwujudannya? Tentu saja ada persoalan. Apa itu? “Pikiran”. Mengapa seseorang tidak melakukan perwujudan atas apa yang ia pikirkan itu? Tentu saja ada pikiran pikiran yang melawan pikiran-pikiran tentang menjadi lebih baik, lebih makmur dan lebih berkelimpahan. Initinya, konflik pikiran. Di sini, ada dua pikiran yang saling bertentangan satu sama lain, sehingga menghasilkan pikiran sejenis keraguan dan yang setara dengan keraguan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-6113344386732770576?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/6113344386732770576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/6113344386732770576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/06/pikiran-tak-berujung.html' title='Pikiran Tak Berujung'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SkMiCe-NkPI/AAAAAAAAAF4/Qu07yt91qw0/s72-c/New+Picture+%282%29.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-1144438500581705592</id><published>2009-06-24T23:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T23:33:24.354-07:00</updated><title type='text'>Pikiran Yang Meresab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SkMYYh_IBQI/AAAAAAAAAFw/SZorIHKXOvw/s1600-h/New+Picture.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 174px; height: 177px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SkMYYh_IBQI/AAAAAAAAAFw/SZorIHKXOvw/s200/New+Picture.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351147591965345026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pikiran adalah pikiran. Pikiran memiliki daya. Coba rasakan betapa banyak orang yang terus menerus diombang ambilkan oleh pikiran. Tidak mengherankan kemudian pikiran  menjadikan seseorang terlantur dalam pikiran yang negative (seperti, hutang, kegagalan, aptis dan  semua hal pikiran-pikiran psimistis). Ia cukup digelisahkan oleh pikiran-pikiran yang tidak penting. Bahkan, seseorang sering kali mengalami gangguan fisik yang disebabkan pikiran-pikiran yang menghantui dirinya. Stroke, fertigo, insomnia, asma, maag dan bentuk penyakit lainnya diidap oleh orang-orang yang pikirannya berkutat pada kenegatifan. Kami tidak mengatakan bahwa seseorang harus berpikir positif (positive thinking) agar terhindar dari gejala itu. Yang jelas, pikiran negatif harus dihindari sedemikian rupa sehingga mempengaruhi kondisi fisik yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-1144438500581705592?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/1144438500581705592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/1144438500581705592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/06/pikiran-yang-meresab.html' title='Pikiran Yang Meresab'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SkMYYh_IBQI/AAAAAAAAAFw/SZorIHKXOvw/s72-c/New+Picture.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-3060282854682834317</id><published>2009-05-25T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T09:12:22.568-07:00</updated><title type='text'>Optimis</title><content type='html'>Optimis adalah sebuah emosi positif yang mempunyai daya dorong untuk mewujudkan sesuatu. Optimism diperlukan dihampir setiap konteks, entah itu prestasi, karir, kreatifitas, dan lain sebagainya. Optimis selalu dibarengi oleh keyakinan akan pencapaian sesuatu. Sementara itu, keyakinan hanya terbentuk sepanjang ia mampu untuk menyesuaiakan diri dengan logika yang dipergunakan untuk merasionalisasi sebuah outcome yang hendak diwujudkan. Intinya pada konteks ini adalah menciptakan rasa optimis haruslah didasarkan pada rasio bahwa sesuatu itu dapat dilakukan atau dapat terjangkau oleh akal sadar seseorang. Dalam state optimis, tidak ada pikiran pikiran negative yang menghalang-halangi sebuah pencapaian. Pikiran yang menyertai state optimis adalah pikiran tentang kebranian, perwujudan, penciptaan, kemampuan, kelayakan, dan pikiran positif lainnya.&lt;br /&gt;State takut, kawatir, dan lain-lainnya, tidak dapat disandingkan dengan state optimis itu. pasalnya, keduanya saling bertolak belakang, sehingga memang menjadi jauh terpisah satu sama lain.  Takut merupakan induk dari state negative yang selalu menghantui untuk perwujudan outcome tertentu. Ini berarti ketakutan tidak sedikitpun membantu menghasilkan perwujudan apapun. Hambatan terbesar bagi seseorang untuk melenggang kangkung dalam menjalani kehidupan dengan keindahan hidup yang riil yaitu pikiran pikiran takut. Pikiran takut itu akan menghasilkan sebuah state takut.&lt;br /&gt;Tidak mengherankan manakala perasaan takut mendominasi dalam diri seseorang, akan menghasilkan psimisme yang cukup kuat. Alasan-alasan irasional seringkali menyertai state psimisme ini. Pada dasarnya, optimis berbanding terbalik dengan psimistis dan keadaan psimistis ini selalu jauh dari upaya perwujudasn sesuatu. Psimis selalu mengarahkan seseorang kepada ketiadaan usaha, gerak, langkah untuk perwujudannya.&lt;br /&gt;Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa optimis hanya mengacu pada pikiran-pikiran terbaik, bekerja untuk yang terbaik, dan mengharapkan sesuatu yang terbaik, dan terus menerus focus pada yang terbaik. Ini lah optimism.&lt;br /&gt;Sumber : Sautparl (trainer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Optimism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimism is a positive emotion that has thrust to achieve something. Optimism is required in almost every context, whether that achievement, career, creativity, and so forth. Always optimistic dibarengi akan confidence by achieving something. Meanwhile, confidence is only as long as he is able to form menyesuaiakan for themselves with the logic used to merasionalisasi an outcome that would be translated. Basically in this context is to create a sense to be optimistic based on the ratio that something could be done or can be reached by someone conscious intellect. Optimistic in the state, does not have a negative mind thoughts clog an achievement. Thoughts that accompany the optimistic state of mind is kebranian, manifestation, creation, capacity building, feasibility, and other positive thoughts.&lt;br /&gt;State fear, kawatir, and others, can not disandingkan optimistic that with the state. section, both for behind each other, so that it becomes far separate from one another. Fear is the parent's negative state, which is always haunt for the embodiment of a certain outcome. This means a bit of fear does not help produce any manifestation. The biggest obstacle for someone to pitch kangkung in the beauty of living life with a real fear of the mind mind. Thought that fear would result in a fear state.&lt;br /&gt;Not surprisingly, when feelings of fear dominates in someone, it will produce a strong enough pessimism. The reasons for irrational pessimism often accompany this state. Basically, the inverse proportionate with the optimistic and pessimistic pessimistic situation is far from always the embodiment of the effort. Psimis always refer to the absence of a business, movement, steps to perwujudannya.&lt;br /&gt;Once again need to be optimistic that only refers to the mind-thought best, to work for the best, and expect the best things, and continue to focus on the best. This is Optimism.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-3060282854682834317?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/3060282854682834317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=3060282854682834317' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/3060282854682834317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/3060282854682834317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/optimis.html' title='Optimis'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-8686155774054369283</id><published>2009-05-12T20:15:00.001-07:00</published><updated>2009-05-12T20:15:54.148-07:00</updated><title type='text'>Kisah-kasih ANgka Nol</title><content type='html'>Para pembaca yang budiman, bagian ini akan bicara tentang sisi ilmiah law of attraction. Kajian ilmiah dari pengetahuan hukum itu sangatlah diperlukan.&lt;br /&gt;Mengapa?  Ini dimaksudkan untuk menghindari semua hal yang tidak masuk akal. Jika, anda salah satu orang yang tidak PAHAM DAN TIDAK percaya akan hukum ini, bab ini menyuguhkan jawabannya.&lt;br /&gt;Mungkin selama ini anda begitu bingung dengan keberadaan law of attraction ini, dan bingung memahami hukum yang konon ceritanya powerfull ini. Ini wajar. Buku ini menyuguhkan ulasan matematiknya. Jika, anda salah satu penggemar kajian hukum ini, hingga anda ingin pengetahuan yang mendalam tentang keberadaan law of attraction, maka anda harus membaca tuntas buku ini.&lt;br /&gt;Pernahkah anda berpikir, bahwa ternyata law of attraction ini berhubungan dengan angka “nol”?&lt;br /&gt;Jika belum terpikir sama sekali, di sini akan saya uriankan sampai tuntas. Ada sebuah runtutan cerita tentang ini.&lt;br /&gt;Jadi begini…. Orang sering berpikir, bahwa law of attraction melulu dikaitkan dengan fisika quantum. Penjelasan demi penjelasan buku-buku tentang kesuksesan, selalu merujuk pada penemuan-penemuan terkini fisika quantum. Fisika quantum ini seolah-olah mengambil bagian terpenting dari penjelasan tentang law of attraction. Pasalnya, penelitian ilmiahnya sudah menyelesaikan tugas-tugas menjelaskan secara ilmiah bagaimana law of attraction bekerja dalam menyelebungi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Ternyata, fisika quantum tidak mampu menjelaskan keberadaan pikiran secara nyata. Michel Talbot mengatakan, bahwa fisika quantum tidak terkait dengan peristiwa-peristiwa individual. Pemahaman akan pikiran yang disamakan dengan benda quanta, telah ditolaknya. Kemudian, Harris Walker dari Nasa Electronics Research Center mengatakan, bahwa kesadaran adalah kuantitas nonfisik (abstrak) tetapi nyata. Sementara itu, quanta adalah sebuah benda yang memiliki fisik. Tentu saja, quanta yang fisik itu berbeda dengan kesadaran yang non fisik.&lt;br /&gt;Jadi, kesadaran tidak ditemukan oleh fisika quantum sebagai sebuah benda kuantum. Artinya, kesadaran bukanlah benda quantum. Ingat, kesadaran adalah berpikir, dan berpikir menggunakan pikiran itu sendiri.&lt;br /&gt;Lalu, adakah metode penjelasan lain?&lt;br /&gt;Tentu ada. ….. ikuti terus&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, bagian ini akan bicara tentang sisi ilmiah law of attraction. Kajian ilmiah dari pengetahuan hukum itu sangatlah diperlukan.&lt;br /&gt;Mengapa?  Ini dimaksudkan untuk menghindari semua hal yang tidak masuk akal. Jika, anda salah satu orang yang tidak PAHAM DAN TIDAK percaya akan hukum ini, bab ini menyuguhkan jawabannya.&lt;br /&gt;Mungkin selama ini anda begitu bingung dengan keberadaan law of attraction ini, dan bingung memahami hukum yang konon ceritanya powerfull ini. Ini wajar. Buku ini menyuguhkan ulasan matematiknya. Jika, anda salah satu penggemar kajian hukum ini, hingga anda ingin pengetahuan yang mendalam tentang keberadaan law of attraction, maka anda harus membaca tuntas buku ini.&lt;br /&gt;Pernahkah anda berpikir, bahwa ternyata law of attraction ini berhubungan dengan angka “nol”?&lt;br /&gt;Jika belum terpikir sama sekali, di sini akan saya uriankan sampai tuntas. Ada sebuah runtutan cerita tentang ini.&lt;br /&gt;Jadi begini…. Orang sering berpikir, bahwa law of attraction melulu dikaitkan dengan fisika quantum. Penjelasan demi penjelasan buku-buku tentang kesuksesan, selalu merujuk pada penemuan-penemuan terkini fisika quantum. Fisika quantum ini seolah-olah mengambil bagian terpenting dari penjelasan tentang law of attraction. Pasalnya, penelitian ilmiahnya sudah menyelesaikan tugas-tugas menjelaskan secara ilmiah bagaimana law of attraction bekerja dalam menyelebungi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Ternyata, fisika quantum tidak mampu menjelaskan keberadaan pikiran secara nyata. Michel Talbot mengatakan, bahwa fisika quantum tidak terkait dengan peristiwa-peristiwa individual. Pemahaman akan pikiran yang disamakan dengan benda quanta, telah ditolaknya. Kemudian, Harris Walker dari Nasa Electronics Research Center mengatakan, bahwa kesadaran adalah kuantitas nonfisik (abstrak) tetapi nyata. Sementara itu, quanta adalah sebuah benda yang memiliki fisik. Tentu saja, quanta yang fisik itu berbeda dengan kesadaran yang non fisik.&lt;br /&gt;Jadi, kesadaran tidak ditemukan oleh fisika quantum sebagai sebuah benda kuantum. Artinya, kesadaran bukanlah benda quantum. Ingat, kesadaran adalah berpikir, dan berpikir menggunakan pikiran itu sendiri.&lt;br /&gt;Lalu, adakah metode penjelasan lain?&lt;br /&gt;Tentu ada. ….. ikuti terus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-8686155774054369283?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/8686155774054369283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=8686155774054369283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8686155774054369283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8686155774054369283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/kisah-kasih-angka-nol.html' title='Kisah-kasih ANgka Nol'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-4273776514819610913</id><published>2009-05-11T11:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T11:31:44.357-07:00</updated><title type='text'>Law of attraction akan merespon hal yang sama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Law of attraction akan merespon hal yang sama, dan mengembalikan sama dengan apa yang kita fokuskan itu.&lt;br /&gt;Law of attraction ini bertujuan untuk menciptakan sebuah harmoni. Saya kutip pendapat dari seorang Charles F. Haanel di bukunya Mental Chemistry yang kurang lebihnya ia mengatakan, bahwa Law of attraction adalah hukum yang bertujuan untuk mengarahkan segala sesuatu ke arah harmoni yang sempurna. Jadi, ketika seseorang berfokus kepada apa yang diinginkannya (positif), maka ia akan dengan segera mendapatkannya. Dan, ketika seseorang berfokus pada apa yang tidak diinginkannya (negatif), maka akan mendapatnya.&lt;br /&gt;Hebat, bukan?&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Setiap orang yang hendak memanfaatkan dan memerintah law of attraction, ia harus mengendalikan fokus pikirannya.&lt;br /&gt;Prinsip dasar dari hukum itu adalah “likes attract likes” (Seperti menarik seperti). Dan, pemahaman prinsip ini cukup sederhana. Begini ceritanya. Seseorang yang memiliki perasaan takut akan terjadi sesuatu, maka apa yang ditakutkan itu menjadi nyata.&lt;br /&gt;Apakah anda sering mengalami?&lt;br /&gt;Atkinson berkomentar, bahwa pikiran seperti sebuah magnet yang memiliki daya penarik, dan seseorang akan beruntung disebabkan karakter pikiran yang selaras dengannya (magnet).&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman ini, sangat penting untuk diketahui, bahwa ketika seseorang berpikir hal yang tidak menyenangkan, dan mengeluh tentangnya, maka akan mendatangkan hal yang ia keluhkan itu. Dan, ini sama artinya dengan menambah lebih banyak keluhan. Jika, seseorang ingin memberdayakan hukum ini (menarik kehidupan yang serba sukses), ia harus selaras dengan prinsip itu. Setelah itu, law of attraction mendatangkan lebih banyak kesuksesan yang lainnya.&lt;br /&gt;Ini bukanlah sebuah mimpi-mimpi kosong. Kenyataannya, banyak orang yang telah mendapat manfaat dari pola itu, meski, tidak menyadarinya. Memang ia tidak mengerti apa itu law of attraction, tetapi, secara kebetulan ia menggunakan prinsip ini, dan pada akhirnya, ia berhasil menjadi sukses, makmur serta berkelimpahan.&lt;br /&gt;Bagaimana penjelasan prinsip itu? Baik. Kita kaji sekarang…..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-4273776514819610913?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/4273776514819610913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=4273776514819610913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/4273776514819610913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/4273776514819610913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/law-of-attraction-akan-merespon-hal.html' title='Law of attraction akan merespon hal yang sama'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-5544627085498645968</id><published>2009-05-11T11:25:00.001-07:00</published><updated>2009-05-11T11:25:56.119-07:00</updated><title type='text'>Benarkah Law of attraction bisa mewujudkan prestasi ? (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ok. Langsung saja. Begini ceritanya.&lt;br /&gt;Law of attraction adalah salah satu dari hukum alam yang selalu aktif bekerja. Kerja hukum ini tidak tanggung-tanggung lho... Prinsip kerjanya berlaku bagi semua orang, entah orang tersebut menyadari atau tidak. Hukum ini konon ceritanya, dapat dimanfaatkan untuk menarik apa yang kita inginkan. Bahasa lainnya bagini, “apa yang kita inginkan dapat kita tarik dalam kehidupan kita”. Seseorang yang ingin memberdayakan dan memerintah hukum ini, ia haruslah memfokuskan pikirannya kepada apa yang benar-benar diinginkan, dan bukan memfokuskan pikiran kepada hal yang tidak diingikannya. Sekali lagi, “pikiran harus difokuskan pada apa yang diinginkan”.&lt;br /&gt;Ini penting lho....&lt;br /&gt;Seseorang yang pikirannya fokus pada hal yang positif, maka ia menarik lebih banyak hal yang positif.&lt;br /&gt;Nah... sampai di sini, apakah anda sudah paham?&lt;br /&gt;Seringkali, prinsip ini terabaikan. Bahkan, kebanyakan orang mencurahkan fokus pikirannya kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Ini bisa anda temui pada seseorang yang mengeluhkan keadaannya. Ia ingin meraih kemakmuran, kelimpahan, kesuksesan, tetapi, masih saja mengeluh. Pada saat mengeluh, pikirannya sedang ke luar dari konsep penggunaan law of attraction untuk menarik kebaikan bagi dirinya. Ini seperti kereta yang ke luar rel. Law of attraction bekerja menurut fokus perhatian pikirannya. Jika anda ingin meraih kemakmuran, maka fokuskan pikiran kepada kemakmuran itu. Kami menyebutnya “POSITIVE FOCUS”, yaitu berfokus pada hal-hal yang positif, seperti kemakmuran, kelimpahan, keindahan, kebaikan, kesuksesan, keberhasilan, keindahan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Barangkali seseorang terbiasa berpikir kemunduran, dan terus berfokus pada kemunduran, maka akan mendapatkan apa yang ia fokuskan itu. Kemunduran ini hanya akan berhenti seiring dengan berhentinya fokus perhatian pikiran. Sekali lagi saya tegaskan, bahwa manakala anda ingin sebuah kemakmuran, maka anda harus merubah fokus pikiran, yaitu dari kemunduruan kepada kemakmuran. Pikiran kegelapan harus digantingkan dengan terang, dan pikiran tentang keindahan, kelancaran, harus segera dibentangkan. Ketika pikiran merespon hal positif semacam itu, berarti anda dalam POSITIVE FOCUS.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian?.... ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-5544627085498645968?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/5544627085498645968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=5544627085498645968' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/5544627085498645968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/5544627085498645968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/benarkah-law-of-attraction-bisa_1279.html' title='Benarkah Law of attraction bisa mewujudkan prestasi ? (3)'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-4912328725613936707</id><published>2009-05-11T11:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T11:14:41.117-07:00</updated><title type='text'>Benarkah Law of attraction bisa mewujudkan prestasi ? (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah disinggung di atas, bahwa law of attraction bertugas memberikan apa yang kita inginkan. Seseorang yang ingin memberdayakan hukum ini, haruslah paham akan keberadaannya. Kalau memahami saja sudah bingung, lalu, bagaimana mungkin bisa memberdayakan, menggunakannya, apalagi memerintah law of attraction ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang telah melakukan pembelajaran yang sebegitu intens, pengamatan yang sebegitu melelalahkan terhadap law of attraction, tetapi, jauh dari apa yang diharapkan. Penjelasan demi penjelasan, tak kunjung membuat ia paham akan hukum ini. Kondisi ini adalah inefisiensi. Ini harus dihindari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, ada juga yang berkomentar seperti ini, “memahami law of attraction perlu proses yang sebegitu panjang dan melelahkan. Wah.. ini tidak efisien. Mending cari yang praktis saja”. Nah.... ini dia yang membuat kerancuan. Mengapa? Law of attraction bukan mie instan yang bisa disedu lalu dimakan titik... Bukan seperti itu tentunya. Law of attraction bekerja melalui prinsip-prinsip tertentu. Contoh analogisnya begini. Seseorang terlahir di dunia ini, tidak langsung bergelar sarjana hukum. Ia harus tumbuh menjadi besar, dan mulai menginjakkan kakinya di bangku sekolah. Ia menempuh kelas 1 SD sampai kels 3 SMA dulu. Kalau ini sudah tuntas, barulah ia kuliah di fakultas hukum. Ini pun harus berproses sedemikian rupa. Jika setiap tahapan telah ia lalui maka ia dinobatkan lulus menjadi sarjana hukum. Nah... Ini baru pas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lalu, bagaimana memahaminya? Ia harus mengetahui sisi ilmiah dari law of attraction. Apakah ada sisi ilmiah dari law of attraction itu? Tentu saja ada.&lt;br /&gt;Ikuti terus ………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-4912328725613936707?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/4912328725613936707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=4912328725613936707' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/4912328725613936707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/4912328725613936707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/benarkah-law-of-attraction-bisa_11.html' title='Benarkah Law of attraction bisa mewujudkan prestasi ? (2)'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-4764551152319546503</id><published>2009-05-11T10:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T10:49:40.034-07:00</updated><title type='text'>Benarkah Law of attraction bisa mewujudkan prestasi ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benarkah seperti itu? Apakah hukum itu bisa mewujudkan prestasi, kesuksesan, kemakmuran, kebahagiaan dan lain sebagainya? Tentu saja bisa. Jika bisa, ini harus dibuktikan. Jadi, tidak asal bicara. Benar, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi makmur adalah sesuatu yang sangat penting. Bahkan, semua orang ingin menjadi makmur. Benar bukan? Tentu saja benar. Harapan akan kemakmuran, dimiliki setiap orang. Harapan ini ada di lubuk hati yang paling dalam. Manakala harapan ini tidak kunjung menjadi nyata, maka satu pertanyaan yang layak diajukan adalah “apa yang menyebabkan kemakmuran tidak kunjuang menghampiri?” Nah... ini dia yang harus dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Menurut saya, “menjadi makmur lewat law of attraction, sama dengan menjadi makmur secara matematis.” Bagaimana ini terjadi? Baik, kita lihat mekanismenya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai detik ini, matematika mendasari perkembangan tehnologi. Hp yang anda miliki, dulunya dibuat berdasarkan perhitungan matematik yang rumit. Notebook yang anda miliki, dirancang berdasarkan perhitungan matematik. PC yang sedang anda gunakan, dibuat dengan skema matematika. Dan, tentu masih banyak tehnologi lain yang dibuat atas dasar perhitungan matematik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lalu, apa hubungannya law of attraction dengan matematika? Ikuti terus Blog ini….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-4764551152319546503?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/4764551152319546503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=4764551152319546503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/4764551152319546503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/4764551152319546503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/benarkah-law-of-attraction-bisa.html' title='Benarkah Law of attraction bisa mewujudkan prestasi ?'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-8089314368762285198</id><published>2009-05-11T10:33:00.001-07:00</published><updated>2009-06-03T01:11:01.533-07:00</updated><title type='text'>Apakah anda ingin makmur ?</title><content type='html'>Sebelum anda membaca lebih jauh tetang ini, perlu kiranya anda menjawab pertanyaan penting di bawah ini. &lt;br /&gt;Apakah anda ingin makmur? &lt;br /&gt;Apakah anda benar-benar ingin menjadi makmur? &lt;br /&gt;Apakah anda serius ingin menjadi makmur? &lt;br /&gt;Jawaban ini bukanlah jawaban yang mengada-ada, dan bukan pula jawaban yang bermaksud untuk menyedot perhatian anda. Sekali lagi bukan itu. Mengapa? Karena, ada sebuah ilmu pasti untuk menjadi makmur. Ya benar. Ada ilmu pasti untuk menjadi makmur. Anda tidak salah baca. Apakah anda mengenal matematika? Tentu saja anda mengenalnya. Ilmu pasti untuk menjadi makmur, adalah ilmu yang relnya adalah matematika. Jadi, matematika adalah relnya, sedangkan, ilmu makmur berjalan diatasnya seperti kereta api yang melaju dengan cepat diatas rel yang lurus. Seperti apakah ilmu itu? Baik, begini ceritanya. &lt;br /&gt;Sebenarnya sudah lama ini banyak orang bergunjing tentang law of attraction. Apa itu law of attraction? Konon ceritanya, hukum ini adalah hukum alam yang bekerja dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hukum ini bertugas memberikan apa yang kita inginkan. ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-8089314368762285198?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/8089314368762285198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=8089314368762285198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8089314368762285198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8089314368762285198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/apakah-anda-ingin-makmur.html' title='Apakah anda ingin makmur ?'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1221917621574603040.post-8050596549170174246</id><published>2009-05-08T10:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T11:18:00.320-07:00</updated><title type='text'>Ke Manakah Berkonsultasi, ke Psikiater atau ke Psikolog Klinis?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BANYAK orang masih bertanya-tanya, bahkan karena kurang informasi, mengacaukan penggunaan sebutan psikiater dan psikolog klinis untuk pelayanan jasa yang memang pada kenyataannya relatif bersinggungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk kejelasan dan ketepatan bagi paling tidak terhadap sebutan kedua profesi tersebut rupanya kita harus menyimak perbedaan latar belakang pendidikan kedua profesi tersebut.&lt;br /&gt;Psikiatri adalah spesialisasi dalam bidang ilmu kedokteran yang mencakup masalah pencegahan, diagnosis, dan perawatan, serta riset tentang gangguan mental, pemilikan perspektif spesifik medis dalam melihat gangguan emosi serta perilaku.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mengalami gangguan perilaku dan ketidakseimbangan emosi yang serius adalah orang yang sakit mental. Dengan demikian, seorang psikiater telah terlatih secara spesifik dalam masalah abnormalitas perilaku manusia, baik dalam upaya pencegahan serta proses penyembuhannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktik psikiatri sangat luas, mencakup aspek-aspek yang terkait dengan medis, seperti perawatan dengan obat-obatan, electroconvulsive-shock therapy untuk kasus-kasus tertentu, dan disertai kewenangan memberi perawatan secara institusional, memasukkan ke rumah sakit (hospitalization) pasien yang mengalami hambatan organik dengan penyertaan gejala psikologis yang manifes.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena pendidikan dasarnya adalah ilmu kedokteran, maka psikiater memiliki wewenang legal untuk memberi obat-obatan bagi penderita abnormalitas perilaku dan penderita gangguan mental serius tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luasnya cakupan pelayanan jasa psikiater tidak berarti psikiater hanya memberi pelayanan jasa pada pasien dengan gangguan perilaku dan keseimbangan yang berat karena psikiater pun memiliki wewenang melakukan terapi modifikasi perilaku, psikoanalisis, apalagi bila psikiater telah mendapat pelatihan khusus untuk memberikan pelayanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu diketahui bahwa untuk menjadi psikoanalis yang andal, memperoleh brevet dokter spesialis psikiatri merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi (Reber, The Penguin Dictionary of Psychology, 1985). Untuk itu pelayanan jasa psikiatri tidak saja ditujukan terhadap pasien dewasa, namun juga pasien anak-anak yang mengalami gangguan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Psikologi klinis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikologi klinis adalah salah satu bidang terapan psikologi yang memberi jasa melalui upaya mendefinisikan kapasitas perilaku dan karakteristik perilaku individu melalui metode pengukuran (assessment), analisis, dan observasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data yang dihasilkan diintegrasikan dengan data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik serta latar belakang sosial guna memberi saran serta rekomendasi bagi penyesuaian diri yang tepat bagi individu (Kendall, Clinical Psychology, 1982). Dalam kegiatan ini tercakup pengukuran psikologi, deskripsi fungsi kepribadian untuk tujuan penegakan diagnosa, dan penentuan teknik terapi psikologis yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan dasar bagi seorang psikolog klinis adalah psikologi yang mencakup antara lain pemahaman proses-proses psikologi (fungsi-fungsi mental) dalam diri individu normal melalui desain eksperimental yang mencakup teknik pengumpulan data dan analisis data.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terapi psikologis yang dilakukan psikolog klinis memang tidak sama dengan terapi psikiatris yang sering disertai dengan terapi medis karena psikolog klinis sama sekali tidak memiliki wewenang untuk memberi perawatan medis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dapat diutarakan bahwa tujuan terapi psikologis yang dilakukan oleh psikologi klinis adalah:&lt;br /&gt;a) menjalin relasi menolong dengan klien melalui pendekatan psikologis&lt;br /&gt;b) mendengar aktif terhadap eksplorasi psikis yang dilakukan oleh klien&lt;br /&gt;melalui keluhan-keluhannya&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) menjalin kerja sama dengan klien untuk mencari jalan keluar bagi persoalan psikologis yang dihadapi klien, sambil sekaligus meningkatkan optimasi potensi fungsi mental klien&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;d) mengajarkan keterampilan dalam mengatasi tekanan (stres) dan mengendalikan otonomi klien dalam meningkatkan efektivitas kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sasaran terapi dilakukan baik terhadap klien anak-anak dan klien dewasa yang bermasalah dalam fungsi psikisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini kegiatan terapeutik mencakup upaya mengatasi konflik a-sadar (pendekatan psikoanalitik), membantu penerimaan diri secara optimal (pendekatan humanistik dengan klien sebagai pusat dalam proses terapi), mengintegrasikan perasaan-perasaan yang konflik pendekatan gestalt), mendapat makna kehidupan (pendekatan existensial), restrukturisasi pola pikir yang cenderung memojokkandiri sendiri (kognitif), mengajarkan keterampilan untuk perilaku yang lebih efektif (behavioristic) atau kombinasi dari berbagai teknik tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Namun, kebanyakan psikolog klinis lebih memilih menggunakan pendekatan eklektik, artinya mengintegrasikan berbagai pendekatan pada saat yang tepat terhadap klien dan permasalahannya sehingga kecuali klien yang ditangani tidak terjebak secara ketat dalam keterbatasan teknik terapi dengan hanya satu pendekatan saja, pemahaman klien sebagai individu yang utuh pun akan dapat diraih, demi optimasi pelayanan jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerja tim &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikiater dan psikolog klinis adalah salah satu di antara berbagai keahlian yang mengarahkan pelayanan dalam bidang psikologi dan kesehatan mental.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam banyak kasus peran berbagai profesional dalam pelayanan jasa bagi kesehatan mental tumpang tindih dengan keahlian lain yang terkait, seperti psikiater, psikolog klinis, konselor, pekerja sosial, ahli saraf, perawat kesehatan mental, dan ahli ilmu kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap bidang tersebut memiliki fokus disiplin ilmu pengetahuan dan perspektif spesifik dalam permasalahan kesehatan mental dan fungsi-fungsi mental manusia. Namun, perbedaan yang ada di antara berbagai disiplin tersebut dapat dipastikan akan berkurang manakala para profesional dari berbagai disiplin ilmu tersebut bekerja dalam satu tim multidisiplin untuk penanganan kasus bermasalah dalam kesehatan mental seperti di pusat kesehatan mental komunitas, rumah sakit, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerja sama multidisiplin dalam satu tim justru akan lebih memperluas setiap pengetahuan dan keahlian bagi masing-masing disiplin. Baik psikiater maupun psikolog klinis akan lebih belajar banyak bila bekerja dalam tim yang ditandai oleh lintas disiplin kesehatan mental, demi kerja sama itu sendiri serta optimasi manfaat yang dapat diambil bagi kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kecuali itu, sebagai individu yang merasa membutuhkan pelayanan jasa bagi peningkatan kesehatan mental serta optimasi fungsi mentalnya dalam menjalani kehidupan, akhirnya pun dapat memilih dengan tepat kepada siapa harus berkonsultasi, ke psikiaterkah atau ke psikolog kliniskah.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Sawitri Supardi-Sadarjoen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1221917621574603040-8050596549170174246?l=s-training.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s-training.blogspot.com/feeds/8050596549170174246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1221917621574603040&amp;postID=8050596549170174246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8050596549170174246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1221917621574603040/posts/default/8050596549170174246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s-training.blogspot.com/2009/05/ke-manakah-berkonsultasi-ke-psikiater.html' title='Ke Manakah Berkonsultasi, ke Psikiater atau ke Psikolog Klinis?'/><author><name>Seputar Law of Attraction</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_LRDoi_Gf5Ks/SY0SlgL0y_I/AAAAAAAAAAM/iJTd9LuJHPw/S220/Snapshot_20090111_11.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
