ARTICLE "MOTIVASI"

Senin, 25 Mei 2009

Optimis

Optimis adalah sebuah emosi positif yang mempunyai daya dorong untuk mewujudkan sesuatu. Optimism diperlukan dihampir setiap konteks, entah itu prestasi, karir, kreatifitas, dan lain sebagainya. Optimis selalu dibarengi oleh keyakinan akan pencapaian sesuatu. Sementara itu, keyakinan hanya terbentuk sepanjang ia mampu untuk menyesuaiakan diri dengan logika yang dipergunakan untuk merasionalisasi sebuah outcome yang hendak diwujudkan. Intinya pada konteks ini adalah menciptakan rasa optimis haruslah didasarkan pada rasio bahwa sesuatu itu dapat dilakukan atau dapat terjangkau oleh akal sadar seseorang. Dalam state optimis, tidak ada pikiran pikiran negative yang menghalang-halangi sebuah pencapaian. Pikiran yang menyertai state optimis adalah pikiran tentang kebranian, perwujudan, penciptaan, kemampuan, kelayakan, dan pikiran positif lainnya.
State takut, kawatir, dan lain-lainnya, tidak dapat disandingkan dengan state optimis itu. pasalnya, keduanya saling bertolak belakang, sehingga memang menjadi jauh terpisah satu sama lain. Takut merupakan induk dari state negative yang selalu menghantui untuk perwujudan outcome tertentu. Ini berarti ketakutan tidak sedikitpun membantu menghasilkan perwujudan apapun. Hambatan terbesar bagi seseorang untuk melenggang kangkung dalam menjalani kehidupan dengan keindahan hidup yang riil yaitu pikiran pikiran takut. Pikiran takut itu akan menghasilkan sebuah state takut.
Tidak mengherankan manakala perasaan takut mendominasi dalam diri seseorang, akan menghasilkan psimisme yang cukup kuat. Alasan-alasan irasional seringkali menyertai state psimisme ini. Pada dasarnya, optimis berbanding terbalik dengan psimistis dan keadaan psimistis ini selalu jauh dari upaya perwujudasn sesuatu. Psimis selalu mengarahkan seseorang kepada ketiadaan usaha, gerak, langkah untuk perwujudannya.
Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa optimis hanya mengacu pada pikiran-pikiran terbaik, bekerja untuk yang terbaik, dan mengharapkan sesuatu yang terbaik, dan terus menerus focus pada yang terbaik. Ini lah optimism.
Sumber : Sautparl (trainer)


Optimism

Optimism is a positive emotion that has thrust to achieve something. Optimism is required in almost every context, whether that achievement, career, creativity, and so forth. Always optimistic dibarengi akan confidence by achieving something. Meanwhile, confidence is only as long as he is able to form menyesuaiakan for themselves with the logic used to merasionalisasi an outcome that would be translated. Basically in this context is to create a sense to be optimistic based on the ratio that something could be done or can be reached by someone conscious intellect. Optimistic in the state, does not have a negative mind thoughts clog an achievement. Thoughts that accompany the optimistic state of mind is kebranian, manifestation, creation, capacity building, feasibility, and other positive thoughts.
State fear, kawatir, and others, can not disandingkan optimistic that with the state. section, both for behind each other, so that it becomes far separate from one another. Fear is the parent's negative state, which is always haunt for the embodiment of a certain outcome. This means a bit of fear does not help produce any manifestation. The biggest obstacle for someone to pitch kangkung in the beauty of living life with a real fear of the mind mind. Thought that fear would result in a fear state.
Not surprisingly, when feelings of fear dominates in someone, it will produce a strong enough pessimism. The reasons for irrational pessimism often accompany this state. Basically, the inverse proportionate with the optimistic and pessimistic pessimistic situation is far from always the embodiment of the effort. Psimis always refer to the absence of a business, movement, steps to perwujudannya.
Once again need to be optimistic that only refers to the mind-thought best, to work for the best, and expect the best things, and continue to focus on the best. This is Optimism.

5 komentar:

brandoparasian mengatakan...

saya pikir.. optimis dan berani satu komponen mutlak yang perlu dimilki setiap orang.

sira mengatakan...

Tulisan tulisan sampeyan penting buat saya... terima kasih

lina mengatakan...

Kita perlu memelihara optimis dalam diri untuk bisa mengatasi setiap masalah dengan pikiran jernih dan ketegaran hati...

Hanif IM mengatakan...

wah, kalo optimis buta tuh gimana ya kasusnya? untuk menangkalnya dan selalu bersikap optimis yg benar? nice post kang,
http://backtwogreen.blogspot.com

cos mengatakan...

siippp